![]() |
| Sanksi Aturan Monetisasi Affiliate Tiktok Shop |
Berikut rangkuman lengkap sanksi pada aturan monetisasi Affiliate TikTok / TikTok Shop Creator. Catatan: kebijakan bisa berbeda per negara dan bisa berubah, jadi untuk akun Indonesia tetap cek menu Creator Center / TikTok Shop for Creators / Account Health / Pelanggaran di aplikasi. Rangkuman ini merujuk pada kebijakan resmi TikTok Shop Creator yang menjelaskan enforcement, CHR, komisi, dan pelanggaran konten.
1. Sanksi Ringan: Peringatan dan Catatan Pelanggaran
Sanksi awal biasanya berupa peringatan, notifikasi pelanggaran, atau catatan di halaman Creator Health Rating / Account Health. TikTok menjelaskan bahwa pelanggaran pertama dapat berupa warning yang belum tentu langsung menurunkan CHR, tetapi pelanggaran berulang dapat menyebabkan pengurangan poin, milestone enforcement, hingga deaktivasi akun.
Contohnya :
![]() |
| Gambar 1 |
2. Pengurangan Poin Creator Health Rating / CHR
TikTok Shop menggunakan sistem Creator Health Rating / CHR dari 0–1.000 poin. Poin bisa berkurang karena pelanggaran kebijakan konten, pelanggaran aturan creator, atau masalah performa. TikTok membagi status CHR menjadi: 200–1.000 sehat, 151–199 perlu perhatian, 1–150 berisiko, dan 0 berarti tidak lagi memenuhi syarat sebagai TikTok Shop Creator.
![]() |
| Gambar 2 |
3. Sanksi Berdasarkan Milestone CHR
Jika CHR turun ke titik tertentu, TikTok Shop menerapkan sanksi bertingkat. Pada 150 poin ke bawah, akses ke shoppable video, LIVE, dan Product Showcase dapat hilang selama 3 hari serta creator tidak memenuhi syarat mengikuti campaign. Pada 100 poin ke bawah, pembatasan menjadi 7 hari; pada 50 poin ke bawah, menjadi 14 hari; dan pada 0 poin, semua izin e-commerce creator dihapus permanen.
![]() |
| Gambar 3 |
4. Pembatasan Upload Konten Affiliate
Creator yang melanggar kebijakan bisa dikenai batas frekuensi posting shoppable video. TikTok menyatakan bahwa video affiliate yang sudah diposting, video terjadwal, video yang dihapus, video yang dihapus karena pelanggaran, dan video lama yang ditambahkan link produk tetap dapat dihitung dalam batas posting.
![]() |
| Gambar 4 |
5. Penghapusan Konten
Konten yang melanggar kebijakan dapat dihapus. TikTok menyebut contoh pelanggaran konten seperti klaim menyesatkan, promosi ilegal, konten tidak original, konten tidak relevan dengan produk, klaim medis berlebihan, promosi produk terlarang, spam, fraud, dan pengalihan traffic ke luar platform. Sanksi untuk pelanggaran konten dapat mencakup penghapusan konten, pengurangan poin, pembatasan fitur, pembatasan komisi, atau pembatasan akun.
Contoh konten yang berisiko kena sanksi :
![]() |
| Gambar 5 |
6. Pembatasan Akses Fitur Affiliate
TikTok Shop dapat membatasi atau mencabut akses creator ke fitur tertentu, seperti tag produk, link produk, Product Showcase, shoppable video, LIVE shopping, dan fitur monetisasi lain. Dalam kebijakan Creator Enforcement, TikTok menyebut sanksi dapat berupa access restrictions, feature limitations, suspensions on video, LIVE, and Product Showcase, serta account restrictions/removal.
![]() |
| Gambar 6 |
7. Pembatasan Produk yang Boleh Dipromosikan
Tidak semua creator boleh mempromosikan semua kategori produk. TikTok Shop menilai kelayakan berdasarkan CHR, Promotion Performance Score / PPS, riwayat penjualan, dan kemampuan membuat konten berkualitas. Untuk beberapa kategori, creator membutuhkan minimal PPS 3,5 dan CHR 150 atau lebih; jika tidak memenuhi syarat, upaya menambahkan produk ke showcase, video, atau LIVE dapat ditolak otomatis.Sanksi yang paling penting bagi affiliate adalah komisi bisa dibatasi, ditunda, dibekukan, atau ditahan permanen. TikTok menyatakan bahwa jika creator melanggar kebijakan, TikTok Shop dapat menangguhkan akun dan menahan komisi secara permanen, terutama jika creator melakukan aktivitas menipu, abusif, fraud, atau ilegal.
![]() |
| Gambar 8 |
9. Pembekuan Dana Komisi
Jika creator melanggar Creator Terms of Use, TikTok Shop dapat membekukan komisi yang terkait dengan akun tersebut. Jika creator berada di bawah agency, bagian komisi agency juga dapat ikut diblokir selama masa freeze. Creator diberi waktu 30 hari kalender sejak tanggal enforcement untuk mengajukan banding; jika banding tidak diajukan tepat waktu atau ditolak, komisi yang dibekukan dapat hangus.
10. Penundaan Pembayaran Komisi
Selain freeze, TikTok dapat menerapkan temporary deferred settlement, yaitu penundaan penerimaan pembayaran ketika ada pemeriksaan keamanan/kebijakan. Dalam kondisi tertentu, periode settlement komisi dapat diperpanjang dari 15–31 hari setelah pesanan dikirim, dan komisi juga bisa tertunda sampai sengketa, refund, atau return selesai.
11. Penghapusan Izin E-commerce / EC Permission Ban
Pelanggaran berat atau berulang dapat menyebabkan izin e-commerce creator dicabut. TikTok menyatakan bahwa pelanggaran berulang dapat menyebabkan penghapusan e-commerce permissions, bahkan jika poin CHR masih dalam batas yang terlihat aman. Creator yang melakukan pelanggaran yang sama 6 kali dalam 90 hari dapat langsung kehilangan izin e-commerce dan komisinya dibekukan.
![]() |
| Gambar 9 |
12. Pembatasan atau Penghapusan Akun Creator
Untuk pelanggaran berat, berulang, atau berisiko tinggi, TikTok dapat membatasi, menangguhkan, atau menghapus akun creator dari TikTok Shop. Kebijakan resmi menyebut account restrictions/removal, permanent removal from TikTok Shop, penghapusan informasi akun creator dari platform, hingga suspensi video, LIVE, dan Product Showcase.
Contoh penyebab berat :
![]() |
| Gambar 10 |
Tambahan : Pelanggaran Berat ( Pelanggaran berulang ) dan Resiko sanksi ( EC permission dicabut )
13. Sanksi untuk Fraud, Abuse, dan Misconduct
TikTok Shop melarang fraud, abuse, dan misconduct seperti money laundering, identity theft, scam, akun palsu, penggunaan bot, abnormal login, hubungan dengan akun banned, brushing, sample abuse, fake engagement, dan traffic manipulation. Pelanggaran ini dapat berujung pada violation points, penghapusan konten, pencabutan akses fitur, pembatasan komisi, pembatasan akun, atau penghapusan akun creator.
![]() |
| Gambar 11 |
14. Sanksi karena Konten Menyesatkan
TikTok melarang klaim palsu, klaim harga yang tidak akurat, perbandingan tidak berdasar, klaim sertifikasi palsu, klaim produk berlebihan, informasi garansi/pengiriman/refund palsu, dan demonstrasi produk yang menyesatkan. Harga, diskon, voucher, dan promo harus akurat, masih berlaku, serta menjelaskan syarat seperti minimum pembelian, variasi SKU, wilayah, pajak, ongkir, dan periode promo.
Contoh yang rawan sanksi :
![]() |
| Gambar 12 |
15. Sanksi karena Redirect Traffic ke Luar TikTok Shop
Konten affiliate dapat dihapus jika mengarahkan pembeli ke luar TikTok Shop. TikTok melarang pembagian link website lain, nomor telepon, media sosial, email, QR code, atau informasi lain yang mendorong transaksi di luar platform.
Contoh yang berisiko :
16. Sanksi karena Konten Tidak Original, Rendah Kualitas, atau Tidak Relevan
Konten yang hanya reupload, memakai watermark, GIF, gambar diam, LIVE tanpa interaksi, tidak menunjukkan produk, atau produk di video tidak sama dengan produk di link dapat dikenai sanksi. TikTok menyebut konten tidak original dan promosi produk tidak relevan sebagai pelanggaran yang dapat menyebabkan penghapusan konten dan enforcement.
17. Sanksi karena Klaim Kesehatan, Kecantikan, Makanan, atau Berat Badan
Klaim kesehatan dan kecantikan sangat sensitif. TikTok melarang klaim seperti menyembuhkan penyakit, mencegah penyakit, mengobati obesitas, testimoni turun berat badan, before-after penurunan berat badan, atau menyatakan makanan/suplemen dapat menyembuhkan penyakit. Klaim kosmetik juga tidak boleh menyiratkan efek medis, farmakologis, imunologis, atau metabolik.
Contoh yang harus dihindari :
![]() |
| Gambar 14 |
18. Sanksi karena Konten Seksual, Vulgar, Kekerasan, Diskriminatif, atau Mengganggu
Konten promosi yang mengandung nudity, bahasa seksual, pose sugestif, kekerasan grafis, gore, animal cruelty, ujaran kebencian, pelecehan, diskriminasi, atau konten yang membuat pengguna tidak nyaman dapat terkena penghapusan konten, pengurangan CHR, pembatasan fitur, pembatasan komisi, hingga pembatasan akun.
19. Sanksi karena Gagal Memenuhi Syarat Creator
Akun affiliate harus memenuhi syarat dasar, seperti usia minimal, persyaratan follower sesuai jenis creator, verifikasi identitas, kepatuhan terhadap kebijakan konten dan Community Guidelines, serta tidak punya riwayat e-commerce permission dicabut. TikTok menyatakan affiliate creator yang gagal identity check tidak akan mendapat izin e-commerce creator.
![]() |
| Gambar 15 |
20. Sanksi Hukum dan Pelaporan ke Otoritas
Untuk pelanggaran tertentu, TikTok Shop dapat mengambil legal action dan melaporkan pelanggaran kepada otoritas pemerintah atau regulator. Ini biasanya berkaitan dengan aktivitas ilegal, fraud, pelanggaran berat, pemalsuan, pelanggaran hak kekayaan intelektual, atau tindakan yang merugikan platform/pengguna.
21. Sanksi Terkait Produk atau Seller yang Dipromosikan
Affiliate juga bisa terdampak jika produk atau toko yang dipromosikan bermasalah. TikTok Shop dapat membatasi produk/toko dari Affiliate Marketing jika performa buruk, banyak review negatif, return/refund tinggi karena kesalahan seller, pelanggaran counterfeit/IPR, komplain pelanggan, atau akun seller dinonaktifkan. Jika shop didiskualifikasi dari Affiliate Marketing, semua commission plan yang terkait dapat berakhir dan seller tidak bisa membuat plan baru untuk shop tersebut.
Dampak ke creator affiliate :
![]() |
| Gambar 16 |
Creator biasanya bisa mengajukan 1 kali appeal per pelanggaran dalam waktu 30 hari sejak enforcement. Jika appeal berhasil, enforcement dapat dihapus dan akses/privilege dipulihkan. Namun, appeal tidak selalu diterima, dan keputusan TikTok Shop bersifat final setelah proses selesai. Appeal yang lewat 30 hari tidak ditinjau.
![]() |
| Gambar 17 |
Kesimpulan
Sanksi monetisasi Affiliate TikTok bisa dimulai dari peringatan, pengurangan CHR, penghapusan konten, pembatasan upload, pembatasan fitur affiliate, tidak bisa ikut campaign, komisi ditunda/dibekukan/ditahan, sampai pencabutan permanen izin e-commerce creator. Risiko paling berat biasanya muncul dari fraud order, fake engagement, klaim palsu, produk ilegal/palsu, konten tidak relevan, redirect transaksi ke luar platform, dan pelanggaran berulang dalam 90 hari.
Sekian Dari Saya, terima kasih :) Salam 55
Tags:
tiktok

















